Recent Blog post
1.
Pengertian Etika
Istilah
Etika berasal dari bahasa Yunani, “ethos” yang artinya cara berpikir,
kebiasaan, adat, perasaan, sikap, karakter, watak kesusilaan atau adat.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia terbitan Depdikbud 1988
(dalam penulisan tugas akhir etika profesi), etika mengandung tiga pengertian,
yaitu :
·
Ilmu tentang apa yang baik dan apa yang buruk
dan tentang hak dan kewajiban moral (akhlak)
·
Kumpulan asas atau nilai yang berkenaan dengan
akhlak
·
Nilai mengenai benar dan salah yang dianut suatu
golongan atau masyarakat
Menurut
Martin 1993 (dalam Buku ajar etika profesi), etika didefinisikan sebagai “the
discpline which can act as the performance index or reference for our control
system”. Dengan demikian, etika akan memberikan semacam batasan maupun standar
yang akan mengatur pergaulan manusia di dalam kelompok sosialnya. Dalam
pengertiannya yang secara khusus dikaitkan dengan seni pergaulan manusia, etika
ini kemudian dirupakan dalam bentuk aturan (code) tertulis yang secara
sistematik sengaja dibuat berdasarkan prinsip – prinsip moral yang ada dan pada
saat yang dibutuhkan akan bisa difungsikan sebagai alat untuk menghakimi segala
macam tindakan yang secara logika-rasional umum (common sense) dinilai menyimpang
dari kode etik. Dengan demikian etika adalah refleksi dari apa yang disebut
dengan “self control”, karena segala sesuatunya dibuat dan diterapkan dari dan
untuk kepenringan kelompok social (profesi) itu sendiri.
Menurut Drs. O.P. SIMORANGKIR, etika atau etik sebagai
pandangan manusia dalam berprilaku menurut ukuran dan nilai yang baik.
Menurut Drs. Sidi Gajalba dalam sistematika filsafat, etika adalah teori tentang tingkah laku
perbuatan manusia dipandang dari segi baik dan buruk, sejauh yang dapat
ditentukan oleh akal.
Menurut Drs. H. Burhanudin Salam, etika adalah cabang filsafat yang berbicara
mengenai nilai dan norma moral yang menentukan prilaku manusia dalam hidupnya.
Jadi dapat disimpulkan etika adalah suatu aturan perilaku dimana memperlihatkan
sikap atau perilaku baik dan buruk. Dengan melihat sikap atau tingkah laku
manusia dikegiatan sehari – hari kita dapat menyimpulkan bagaimana etika yang
dimiliki oleh manusia itu sendiri.
2.
Pengertian Profesi
Profesi
adalah kata serapan dari sebuah kata dalam bahasa Inggris “Profess”, yang dalam
bahasa Yunani adalah “Επαγγελια”, yang bermakna: “Janji untuk memenuhi
kewajiban melakukan suatu tugas khusus secara tetap/permanen”.
Menurut De
George (dalam buku ajar etika profesi 2009), Profesi, adalah pekerjaan yang
dilakukan sebagai kegiatan pokok untuk menghasilkan nafkah hidup dan yang
mengandalkan suatu keahlian.
Menurut
KBBI, Profesi adalah bidang pekerjaan yang dilandasi pendidikan keahlian
(keterampilan, kejuruan, dan sebagainya) tertentu.
Menurut Brooks (2004), Profesi adalah suatu kombinasi fitur,
kewajiban dan hak, yang kesemuanya dibingkai dalam seperangkat nilai-nilai
profesional yang umum, nilai-nilai yang menentukan bagaimana keputusan dibuat
dan bagaimana tindakan dilaksanakan.
Jadi dapat
disimpulkan profesi adalah suatu kegiatan pekerjaan yang dilakukan manusia
sebagai kewajiban atau hak untuk dijadikan sumber nafkah dalam kehidupan yang
membutuhkan keahlian atau pelatihan,
Secara umum ada beberapa ciri atau sifat yang selalu melekat
pada profesi, yaitu :
1.
Adanya pengetahuan khusus, yang biasanya
keahlian dan keterampilan ini dimiliki berkat pendidikan, pelatihan dan
pengalaman yang bertahun-tahun.
2.
Adanya kaidah dan standar moral yang sangat
tinggi. Hal ini biasanya setiap pelaku profesi mendasarkan kegiatannya pada
kode etik profesi.
3.
Mengabdi pada kepentingan masyarakat, artinya
setiap pelaksana profesi harus meletakkan kepentingan pribadi di bawah kepentingan
masyarakat.
4.
Ada izin khusus untuk menjalankan suatu profesi.
Setiap profesi akan selalu berkaitan dengan kepentingan masyarakat, dimana
nilai-nilai kemanusiaan berupa keselamatan, keamanan, kelangsungan hidup dan sebagainya, maka untuk
menjalankan suatu profesi harus terlebih dahulu ada izin khusus.
5.
Kaum profesional biasanya menjadi anggota dari
suatu profesi.
3.
Pengertian Etika Profesi
Etika
profesi (dalam jurnal Qohar 2012), adalah kesanggupan untuk secara seksama
berupaya memenuhi kebutuhan pelayanan profesional dengan kesungguhan,
kecermatan dan keseksamaan mengupayakan pengerahan keahlian dan kemahiran
berkeilmuan dalam rangka pelaksanaan kewajiban masyarakat sebagai keseluruhan
terhadap para warga masyarakat yang membutuhkannya, yang bermuatan empat kaidah
pokok.
Jadi dapat
disimpulkan etika profesi merupakan suatu sikap hidup dalam menjalankan
kehidupannya dengan penuh tanggung jawab atas semua tindakan dan keputusan yang
telah diambil, dan memiliki keahlian serta kemampuan.
Prinsip – prinsip etika profesi
·
Tanggung jawab
a. Terhadap
pelaksanaan pekerjaan itu dan terhadap hasilnya.
b. Terhadap
dampak dari profesi itu untuk kehidupan orang lain atau
masyarakat pada
umumnya.
·
Keadilan.
Prinsip ini
menuntut kita untuk memberikan kepada siapa saja apa yang
menjadi haknya.
·
Otonomi.
Prinsip ini
menuntut agar setiap kaum profesional memiliki dan di beri
kebebasan dalam
menjalankan profesinya.
4.
Kode Etik Profesi
Menurut UU
NO. 8 (Pokok-pokok kepegawaian) dalam buku ajar etika profesi 2009, Kode etik
profesi adalah pedoman sikap, tingkah laku dan perbuatan dalam melaksanakan
tugas dan dalam kehidupan sehari-hari.
kode etik profesi merupakan suatu tatanan etika yang telah
disepakati oleh suatu kelompok masyarakat tertentu. Kode etik umumnya termasuk
dalam norma sosial, namun bila ada kode etik yang memiliki sanksi yang agak
berat, maka masuk dalam kategori norma hukum.
Etika
dalam sebuah profesi disusun dalam sebuah Kode Etik. Dengan demikian Kode Etik
dalam sebuah profesi berhubungan erat dengan nilai sosial manusia yang dibatasi
oleh norma-norma yang mengatur sikap dan tingkah laku manusia itu sendiri, agar
terjadi keseimbangan kepentingan masing-masing di dalam masyarakat. Jadi norma
adalah aturan atau kaidah yang dipakai untuk menilai sesuatu.
Jadi dapat
disimpulkan kode etik profesi adalah suatu
pola aturan atau tata cara dalam melaksanakan kegiatan sehari-hari dari
sikap sampai perbuatan.
Adapun yang menjadi tujuan pokok dari rumusan etika yang
dituangkan dalam kode etik (Code of conduct) profesi adalah:
1.
Standar‐standar etika menjelaskan dan
menetapkan tanggung jawab terhadap klien, institusi, dan masyarakat pada
umumnya
2.
Standar‐standar etika membantu tenaga ahli
profesi dalam menentukan apa yang harus mereka perbuat kalau mereka menghadapi
dilema‐dilema etika dalam pekerjaan
3.
Standar‐standar etika membiarkan profesi
menjaga reputasi atau nama dan fungsi‐fungsi profesi dalam masyarakat
melawan kelakuan‐kelakuan yang jahat dari anggota‐anggota
tertentu
4.
Standar‐standar etika mencerminkan /
membayangkan pengharapan moral‐moral dari komunitas, dengan demikian
standar‐standar etika menjamin bahwa para anggota profesi akan
menaati kitab UU etika (kode etik) profesi dalam pelayanannya
5.
Standar‐standar etika merupakan dasar untuk
menjaga kelakuan dan integritas atau kejujuran dari tenaga ahli profesi
6.
Perlu diketahui bahwa kode etik profesi adalah
tidak sama dengan hukum (atau undang‐undang). Seorang ahli profesi yang
melanggar kode etik profesi akan menerima sangsi atau denda dari induk
organisasi profesinya
Tujuan kode etik profesi
1.
Untuk menjunjung tinggi martabat profesi.
2.
Untuk menjaga dan memelihara kesejahteraan
para anggota.
3.
Untuk meningkatkan pengabdian para anggota
profesi.
4.
Untuk meningkatkan mutu profesi.
5.
Untuk meningkatkan mutu organisasi profesi.
6.
Meningkatkan layanan di atas keuntungan pribadi.
7.
Mempunyai organisasi profesional yang kuat dan
terjalin erat.
8.
Menentukan baku standarnya sendiri.
Adapun fungsi dari kode etik profesi adalah :
1.
Memberikan pedoman bagi setiap anggota profesi
tentang prinsip profesionalitas yang digariskan.
2.
Sebagai sarana kontrol sosial bagi masyarakat
atas profesi yang bersangkutan.
3.
Mencegah campur tangan pihak di luar organisasi
profesi tentang hubungan etika dalam keanggotaan profesi. Etika profesi
sangatlah dibutuhkan dlam berbagai bidang.
5.
Komikus
KOMIK,
karikatur dan Kartun merupakan salah satu bentuk imajinasi yang
diaktualisasikan dalam rangka gambar. Proses pembuatan dari ketiganya secara
sederhana: berupa bentuk khayalan baik itu mengenai manusia itu sendiri, hewan,
tumbuhan, alam ataupun hal yang tidak terjangkau oleh akal seperti mahluk luar
angkasa ataupun gaib sekalipun yang dimediasikan lewat tangan, pulpen/patlot,
kertas, cat gambar–walaupun sekarang semuanya bisa dikerjakan langsung lewat
media komputerisasi sehingga terbentuk sebuah coretan dalam rangka gambar.
Dengan segala atributnya, ketiga bentuk rangka itu menjadikannya
sebagai sebuah seni sastra yang paling
‘unik’ dan sejenis dibanding dengan seni sastra lain seperti lukisan, patung,
drama dan berbagai jenis tulisan: novel, cerpen, puisi dsb.
Menjadi
seorang komikus selalu dituntut berpikir kreatif. Kehadiran suatu ide merupakan
barang mahal bagi mereka yang bekerja di industri kreatif. Namun kadang ide tak
selalu ada setiap saat. Kondisi ini berpengaruh pada produktivitas seorang
komikus dalam menghasilkan karya.
Sebagai
seorang komikus, dituntut memiliki kepekaan terhadap kondisi lingkungan
sekitar. Dengan memiliki kepekaan terhadap lingkungan maka dengan sendirinya
akan melatih otak untuk terus berfikir. Kondisi ini pada akhirnya akan
berpengaruh terhadap lahirnya sebuah gagasan untuk menciptakan sebuah karya.
6.
Etika Profesi Komikus
Hamper sama seperti etika penulis, aturan
main secara garis besar dapat disebutkan sebagai berikut:
1.
Materi dan gagasan komikus hendaknya tidak
bertentangan dengan Undang-Undang Dasar 1945, Pancasila dan peraturan yang
berlaku lainnya.
2.
Isi
tulisan tidak menyinggung kebersamaan dalam kerukunan sesama warga negara dan
warga masyarakat secara keseluruhan, seperti misalnya masalah SARA (suku,
agama, ras, dan antargolongan).
3.
Tidak melanggar hak cipta orang lain. Seperti
menjiplak gambar, memnuat cerita yang sama persis, dan hal-hal semacam itu.
4.
Tidak mengirim karya yang sama kepada media yang
lain. Kecuali telah mempunyai kesepakatan dengan pihak yang terkait. Perlu
diketahui bahwa sebenarnya hal ini belum diundangkan secara baku, tetapi masih
merupakan konvensi atau aturan tak tertulis di masing-masing media. Konsekuensi
jika komikus ketahuan menggambar dengan gambar yang mirip/sama di media berbeda,
missal: majalah, biasanya ia akan dikenakan sanksi yang biasa disebut black
list atau daftar hitam. Artinya jika seseorang telah terkena daftar hitam ini
pada media tertentu, maka ia akan terkena sangsi tertentu atau karya-karyanya
tidak akan dimuat pada media tersebut dalam jangka waktu tertentu.
Etika Profesi Komikus
berhubung saya mendapat tugas PR baru mengenai dreamweaver, mumpung sedang anget-angetnya di-otak. saya akan berbagi ilmu dengan anda sekalian ^_^)ノ
Untuk awal-awal, mari kita mulai dengan cara membuat tabel ya guys ;)
A :"kenapa harus mulai dari membuat table? bukannya itu untuk aplikasi desain template web?"
aku juga kurang tau, yang jelas aku juga baru mencoba menggunakan aplikasi ini & asleb saya baru memperkenalkan cara membuat table disana. jadi, mari kita sama-sama belajar dari yang paling dasar dan umum terlebih dulu hahaha XD
A :"kenapa harus mulai dari membuat table? bukannya itu untuk aplikasi desain template web?"
aku juga kurang tau, yang jelas aku juga baru mencoba menggunakan aplikasi ini & asleb saya baru memperkenalkan cara membuat table disana. jadi, mari kita sama-sama belajar dari yang paling dasar dan umum terlebih dulu hahaha XD
tapi, sebelum itu sudah punya adobe dreamweaver-nya belum?
jika belum, downlod aja dulu di sini.
kemudian ikutin step-step berikut:
Spoiler:
1. Ekstrak dulu isinya
2. Pastikan komputer kalian terkoneksi ke jaringan internet.
3. Install adobe dreamweaver nya, lalu pilih mode trial.
4. Setelah muncul agreement, pilih saja agree. kemudian klik install.
5. Setelah penginstallan selesai, *ingat jangan buka(menjalankan) applikasi-nya terlebih dahulu.
6. Copy file yang ada dalam crack & letakan ke dalam folder Adobe Dreamweaver CS6.
misalnya: C:\Program Files\Adobe\Adobe Dreamweaver CS6
misalnya: C:\Program Files\Adobe\Adobe Dreamweaver CS6
7. ketika muncul peringatan file yang sama, pilih 'Replace'.
8. Barulah aplikasinya boleh jalankan.
A. Cara Membuat Table
· ketika di jalankan, akan pop up/muncul menu. Pada bagian ‘Create
new’, pilih HTML. Maka akan tampil layar putih yang masih kosong untunk meng-edit tampilannya.
·
Kemudian pada menu paling atas, pilih Insert à
Table. Maka akan muncul menu baru untuk mengatur baris, kolom, tebal tipis untuk garis pembatas dinding-nya, dll yang ada pada table tersebut.
·
Sebagai contoh, misalkan buat menjadi 7 baris, dan 3 kolom saja.
Setelah itu klik ‘OK’.
· Maka table akan tertampil pada layar kosong tadi. Untuk pengisian isi tabelnya, misalnya kita akan membuat tabel untuk memasukan 'biodata'.
maka ketik “BIODATA” pada bagian paling atas tabel (terserah pada kolom mana saja) untuk membuat judul tabelnya. Kemudian, sama seperti saat menggunakan Excel, klik kanan à Table à Merge Cells (untuk menggabungkan 3 buah table menjadi 1).
Kemudian, klik 3 baris yang ada dipaling atas tersebut, lalu klik kanan lagi àAlign à Center (agar judulnya tampil di tengah-tengah baris)
maka ketik “BIODATA” pada bagian paling atas tabel (terserah pada kolom mana saja) untuk membuat judul tabelnya. Kemudian, sama seperti saat menggunakan Excel, klik kanan à Table à Merge Cells (untuk menggabungkan 3 buah table menjadi 1).
Kemudian, klik 3 baris yang ada dipaling atas tersebut, lalu klik kanan lagi àAlign à Center (agar judulnya tampil di tengah-tengah baris)
·
Selajutnya, pada kolom bagian kiri, kita isi dengan data yang ada pada biodata tentunya ;)
misalkan: Nama, NPM, Alamat, Gender & Agama.
misalkan: Nama, NPM, Alamat, Gender & Agama.
·
Untuk pengisian Nama & NPM, klik kolom sebelah
kanannya, lalu pilih menu Insert yg ada pada
bagian paling atas, kemudian pilih Form à Text Field à
(langsung)OK.
· Untuk pengisian Alamat, sama seperti yang di atas, tapi, setelah pilih menu Insert à Form à Text Area à (langsung)OK.
·
Untuk pengisian Gender, sama seperti yang step di atas, tapi, setelah pilih menu Insert à Form à Radio Button (tombol
pencentang/menandai) à pada menu Label-nya, isi dengan Pria/Wanita(satu-satu) à OK.
·
Untuk pengisian Agama, sama seperti step yang ada di atas, tapi, setelah pilih menu Insert à Form à select(List/Menu) à OK.
·
Masih pada kolom bagian kanan dari Agama, klik kanan list menu-nya à pilih List Value. Masukkan semua agama yang kamu ketahui (^ ^)ノ dengan meng-klik add(+) per kata, setelah itu klik OK.
· Dan terakhir, pada baris ke-7, kolom sebelah kanannya. untuk pengisian/ pemasukan semua data di atas, kita akan menbuat tombol 'OK & Reset', yaitu menggunakan Button yang ada di menu Form. Buatlah 2 Button terlebih dahulu, setelah klik salah satunya. Pada menu Properties yang ada di bagian bawah layar, ganti Value-nya men jadi OK/Reset, lalu ganti Action-nya menjadi ‘Submit’ untuk OK dan ganti Action-nya menjadi ‘Reset’ untuk Reset.

jika sudah meng ikuti step-step diatas, kamu tinggal men save programnya, dan jalankan dengan menekan tombol F12. maka akan otomatis pindah ke jendela browser untuk melihat hasil jadinya seperti apa :D *Serius mode off*
.......
masih belum selesai sampai situ loh~ (>w<)
Selanjutnya, kita akan mengotak atik Font Text, mengganti warna text/layar BackGround-nya yang masih putih polos tadi & menyisipkan Gambar pada Layar BG tentunya XD. Langsung saja ikuti step berikut:
·
Klik kanan pada layar yang masih kosong, kemudian
pilih Page Properties. Maka akan muncul menu
baru.
·
Ada 2 pilihan format penampilannya(Appearance) yaitu
dengan menggunakan CSS/HTML. Pilih salah satu aja, di dalamnya terdapat menu
untuk mengubah font & warna text. Kita juga dapat mengganti warna/gambar
untuk BGnya sesuka/seperlunya kita. Setelah itu klik ‘Apply’ lalu ‘OK’.
Terakhir, yaitu bagian serunya~ >w<)ノ apabila kita juga ingin membuat text
berjalan dari arah samping kanan ke arah samping kiri(sepetri selipan berita yang ada di web-web kebanyakan :'v), pertama-tama, pindah
dulu dari menu Design ke menu Code.(Split juga bisa)
·
Lalu masukan kodingan berikut pada kalimat yang ingin
di jalankan tersebut pada bagian isi(bawahnya) <body>:
<marquee scrollamount=”2”> (Text yang mau di jalankan) </marquee>
·
Misalnya, kita akan membuat kolom text baru yang berada di atas nya Biodata. maka masukan kodingannya seperti berikut tepat di atas kodingan biodata:
<tr><td colspan="3"><marquee scrollamount="2"><div align="center"><span style="color: yellow;"><em>Harap Biodata diisi dengan sebaik-baiknya</em></span></div>
</marquee></td></tr>
<tr><td colspan="3"><marquee scrollamount="2"><div align="center"><span style="color: yellow;"><em>Harap Biodata diisi dengan sebaik-baiknya</em></span></div>
</marquee></td></tr>
+-----------------------------+
orange = sama seperti yang ada pada baris biodata, menggabungkan 3 kolom menjadi 1blue = mengatur letak text-nya
purple = mengatur warna text
red = tempat pengisian text(ktik kalimatnya sesuka mu XD)
+-------------------------------+
· Nah, setelah selesai, saatnya melihat tampilan-nya seperti apa ;) .
Save terlebih dahulu, lalu tekan F12.
Save terlebih dahulu, lalu tekan F12.
hasilnya akan seperti contoh berikut:
Tutorial dasar dreamweaver???
1. Diksi
Bahasa yang dipakai dalam iklan harus mengarahkan target penonton yang menyaksikan tayangan iklan tersebut untuk membeli, menggunakan, atau beralih pada produk jasa yang diiklankan. Gaya bahasa yang dipakai harus disesuaikan dengan siapa ia berbicara, bagaimana kebiasaan perilaku, di mana mereka berada.
Lagsung saja, tujuan penelitian ini ialah untuk mendeskripsikan/menganalisi diksi yang dipakai oleh beberapa iklan yang memiliki sasaran konsumen berbeda-beda (anak-anak, remaja, ibu rumahtangga, bapak-bapak, orangtua maupun semua kalangan).
2. Contoh-contoh Iklan & Pengamatan Masalahnya
- Contoh pertama, yaitu pada iklan rokok A-Mild dalam seri “Tanya kenapa”.
- Contoh ke-2, yaitu pada iklan Rinso.
- Contoh ke-3, yaitu pada iklan Maybelline
Dalam membuat iklan bukan hanya kreativitas yang dibutuhkan tetapi target audiens atau analisis pangsa pasar harus dipahami. Sebuah biro iklan atau kreator iklan harus jeli dalam mengamati perkembangan atau moment yang sedang ataupun yang mau terjadi. Biro iklan harus berpikir bagaimana membuat iklan yang bagus dengan kandungan eye catcher di dalamnya. Daya tarik atau eye catcher iklan dapat diterima oleh audiens dan tertancap di benak konsumen.
Iklan memerlukan tampilan yang dikemas dengan bahasa membumi, kontekstual, dan ‘gaul’. Kondisi ini yang menyebabkan ada keprihatinan pada banyak kalangan. Ada yang berpendapat bahwa bahasa iklan tidak mesti sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar, tetapi belum ada kriteria bagaimana sebaiknya bahasa iklan tersebut. Bila membuat iklan dengan memperhatikan kaidah bahasa meng-gunakan pola SPOK, menggunakan kalimat efektif, kata-kata yang diguna-kan akan sangat panjang dan kurang menarik. Bahasa dalam iklan terkadang dipandang menarik, jika bersifat main-main, atau bersifat “lanturan”. Hal yang paling dekat dengan lanturan adalah plesetan. Orang muda saat ini tidak merasa gaul jika tidak banyak berplesetan dalam bercanda. Orang tertawa ketika mendengar plesetan karena relevan-sinya. Relevansi dalam konteks ini adalah kata asli yang diplesetkannya. Kata-kata dalam iklan merupakan tindak tutur lokusi, ilokusi, dan perlokusi; kata-kata tersebut merupa-kan jenis ilokusi langsung dan tak langsung, dan memiliki fungsi asertif.
Source:
Pilihan kata atau diksi adalah pemilihan kata – kata yang sesuai dengan apa yang hendak kita ungkapkan.Saat kita berbicara, kadang kita tidak sadar dengan kata – kata yang kita gunakan. Maka dari itu, tidak jarang orang yang kita ajak berbicara salah menangkap maksud pembicaraan kita.
Iklan adalah setiap bentuk komunikasi yang dimaksudkan untuk mempromosikan suatu produk dan memotivasi pembeli potensial (Agustrijanto, 2006:7). Di sinilah terjadi penyampaian pesan dari produsen yang diwakili biro iklan kepada calon konsumen. Hal ini menandakan terjadinya interaksi searah dalam bentuk komunikasi dari produsen ke calon konsumen.
Bahasa yang dipakai dalam iklan harus mengarahkan target penonton yang menyaksikan tayangan iklan tersebut untuk membeli, menggunakan, atau beralih pada produk jasa yang diiklankan. Gaya bahasa yang dipakai harus disesuaikan dengan siapa ia berbicara, bagaimana kebiasaan perilaku, di mana mereka berada.
Akan tetapi ada yang berpendapat bahwa bahasa dalam iklan terkadang dipandang menarik, jika bersifat main-main, atau menurut Hakim (2006) bersifat “lanturan”. Menurutnya “lanturan” berbeda dengan kata yang melantur atau ngawur, tidak nyambung dengan topik yang dibahas. Sementara lanturan adalah sengaja melantur atau melantur dengan tujuan. Namun, lanturan yang dibuat harus selalu dijaga relevansinya. Hal yang paling dekat dengan lanturan adalah plesetan. Orang muda saat ini tidak merasa gaul jika tidak banyak berplesetan dalam bercanda. Orang tertawa ketika mendengar plesetan karena relevansinya. Relevansi dalam konteks ini adalah kata asli yang diplesetkannya.
*++++================++++*
Lagsung saja, tujuan penelitian ini ialah untuk mendeskripsikan/menganalisi diksi yang dipakai oleh beberapa iklan yang memiliki sasaran konsumen berbeda-beda (anak-anak, remaja, ibu rumahtangga, bapak-bapak, orangtua maupun semua kalangan).
2. Contoh-contoh Iklan & Pengamatan Masalahnya
Penjelasan tentang sejarah A-Mild. Ketika awal peluncuran produk tersebut, A-Mild mengusung brandrokok yang rendah tar dan rendah nikotin. Dengan kata lain, rokok ini adalah rokok sehat, sebuah produk yang tentu saja mendukung kampanye anti nikotin. Dengan demikian, sebenarnya tak masalah orang-orang tetap mentradisikan merokok dengan tetap memperhatikan kesehatan karena A-Mild telah dapat memenuhi kebutuhan tersebut. Namun, tata krama beriklan di Indonesia menerapkan aturan yang tegas untuk rokok. Antara lain iklan tidak boleh menayangkan atau menvisualkan bentuk rokok dan orang merokok. Dan lebih ekstrim lagi, iklan rokok selalu harus memuat tulisan "rokok dapat menggangu kesehatan, serangan jangtung, gangguan kemailan dan janin”.
Seperti kita ketahui bahwa iklan-iklan seri tersebut selalu berisi kritik sosial. Dalam konteks ini, iklan rokok A-Mild mengusung brand rokok yang cerdas dan kritis terhadap kondisi masyarakat. Iklan A-mild ini unik sekaligus menghibur. Seringkali kita menemukan pesan, misalnya “Terus terang, Terang Ga bisa Terus-terusan”, “Mau pintar, ko mahal”, “Susah ngeliat orang seneng, seneng ngeliat orang susah”, Sebagian orang akan mengernyitkan dahi pada waktu membaca atau mendengar iklan tersebut. Perlu pemikiran yang cukup cermat dan agak lama. Untuk sebagian orang lagi, iklan ini memberikan makna yang sangat dalam bahwa masyarakat harus peka terhadap hal-hal yang tidak lugas.
- Contoh ke-2, yaitu pada iklan Rinso.
Rinso Anti Noda "Membersihkan Paling Bersih"
Dari contoh gaya bahasa diatas terlihat jelas bahwa gaya bahasa yang digunakan adalah gaya bahasa hiperbola, yaitu gaya bahasa yang mengungkapkan sesuatu secara berlebih-lebihan. Slogan ini sangat kuat gaya bahasa hiperbolanya dengan menggunakan kata "paling". Jadi slogan ini dapat diartikan "tidak ada sabun cuci lain yang bisa membersihkan cucian paling bersih kecuali menggunakan Rinso Anti Noda". Penggunaan slogan ini tentunya akan memberikan kenyamanan dan kepuasan kepada calon konsumennya, karena produk ini memang sangat cocok digunakan untuk mencuci. Alasan penggunaan gaya bahasa hiperbola pada slogan produk ini adalah untuk menarik perhatian calon konsumen supaya mereka mau menggunakan atau setidaknya mencoba produk ini.
- Contoh ke-3, yaitu pada iklan Maybelline
"Pesona kilau baru untuk bibirmu..."
Untuk membuat pembaca tertarik akan produk yang ditawarkan tersebut pengiklan memanfaatkan bahasa sedemikian rupa sehingga muncul gaya bahasa hiperbola seperti pada kata-katanya, yaitu "pesona kilau berlian". Pada kenyataannya, seseorang yang mewarnai bibirnya dengan Maybelline hasilnya akan berbeda dengan kilau berlian. Ungkapan hiperbolis tersebut dimanfaatkan oleh pengiklan agar pembaca tertarik dengan produk pewarna bibir Maybelline. Janji yang diberikan kepada masyarakat adalah ketika memakai Maybelline maka bibir akan berkilau seperti berlian. Pada kenyataannya tidaklah demikian. Dengan begitu kata-kata tersebut termasuk ungkapan hiperbolis. Pada bagian berikutnya kata-kata yang berwarna merah merupakan ungkapan hiperbolis.
- Contoh ke-4, yaitu iklan Asuransi Manulife
mengambil tema dari kehidupan sehari-hari yang begitu melekat dalam benak kita. Hal menarik semacam inilah yang diangkat oleh Manulife dalam kampanye komunikasi mereka. Kehidupan sehari-hari yang membuat kita yang belum pernah mendengarnya akan merasa tertarik untuk mendengarnya. Membuat kita memiliki koneksi dan keterkaitan dengan sebuah upaya komunikasi.
Hal ini juga bertolak belakang dengan metode komunikasi yang biasa dipergunakan oleh perusahaan asuransi dalam menawarkan produk dan layanannya. Tema-tema yang menakuti seperti ketidakpastian, bagaimana bila seandainya anda meninggal, nanti apa yang akan terjadi pada orang-orang yang anda tinggalkan. Kita seperti menjadi ditakuti-takuti lalu kemudian secara terpaksa menggunakan produk asuransi. Manulife menggunakan pendekatan yang berbeda, dengan menekankan pada rasa bangga sebagai seorang suami dan ayah yang dapat diandalkan. Pendekatan ini terasa begitu humanis karena menyentuh aspek psikologis manusia yang positif.
3. Kesimpulan
Secara sederhana iklan tidak jauh dengan komunikasi. Periklanan merupakan bentuk presentasi dari promosi non pribadi tentang ide barang dan jasa yang dibayar oleh sponsor tertentu. Secara sederhana iklan didefinisikan sebagai pesan yang menawarkan suatu produk yang ditujukan kepada masyarakat lewat suatu media. Sementara kita paham dunia iklan selalu mengekspos kemudahan dan kemewahan yang memang mempunyai tujuan untuk menginformasikan suatu hasil produk kepada masyarakat. Ribuan iklan di Indonesia berlomba-lomba merebut audiens sebagai sasarannya. Iklan baik dan iklan jelek bermunculan dan berkembang cepat. Pengertian teori seni sebagai komunikasi dan ekspresi tidak jauh dari iklan sebagai media komunikasi antar produsen dan konsumen dengan daya ekspresi kreativitas di dalam berkarya untuk menghailkan sebuah karya iklan.
Dalam membuat iklan bukan hanya kreativitas yang dibutuhkan tetapi target audiens atau analisis pangsa pasar harus dipahami. Sebuah biro iklan atau kreator iklan harus jeli dalam mengamati perkembangan atau moment yang sedang ataupun yang mau terjadi. Biro iklan harus berpikir bagaimana membuat iklan yang bagus dengan kandungan eye catcher di dalamnya. Daya tarik atau eye catcher iklan dapat diterima oleh audiens dan tertancap di benak konsumen.
struktur kata yang biasa dalam iklan:
1. Menggugah : mencermati kebutuhan konsumen, memberikan solusi, dan memberikan perhatian.
2. Informatif : kata-katanya harus jelas, bersahabat, komunikatif. Tidak bertele-tele apalagi sampai mengabaikan durasi penayangan.
3. Persuasif : rangkaian kalimatnya membuat konsumen nyaman, senang, tentram, menghibur.
4. Bertenaga gerak: komposisi kata-katanya menghargai waktu selama masa penawaran/masa promosi berlangsung.
4. Bertenaga gerak: komposisi kata-katanya menghargai waktu selama masa penawaran/masa promosi berlangsung.
Untuk menyampaikan gagasan pikiran dalam suatu bahasa seorang penulis iklan harus mengetahui aturan-aturan bahasa tersebut, seperti tata bahasa, kaidah-kaidahnya, idiom-idiomnya, nuansa atau konotasi sebuah kata, dan sebagainya. Syarat ini adalah syarat yang mutlak.
Iklan memerlukan tampilan yang dikemas dengan bahasa membumi, kontekstual, dan ‘gaul’. Kondisi ini yang menyebabkan ada keprihatinan pada banyak kalangan. Ada yang berpendapat bahwa bahasa iklan tidak mesti sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar, tetapi belum ada kriteria bagaimana sebaiknya bahasa iklan tersebut. Bila membuat iklan dengan memperhatikan kaidah bahasa meng-gunakan pola SPOK, menggunakan kalimat efektif, kata-kata yang diguna-kan akan sangat panjang dan kurang menarik. Bahasa dalam iklan terkadang dipandang menarik, jika bersifat main-main, atau bersifat “lanturan”. Hal yang paling dekat dengan lanturan adalah plesetan. Orang muda saat ini tidak merasa gaul jika tidak banyak berplesetan dalam bercanda. Orang tertawa ketika mendengar plesetan karena relevan-sinya. Relevansi dalam konteks ini adalah kata asli yang diplesetkannya. Kata-kata dalam iklan merupakan tindak tutur lokusi, ilokusi, dan perlokusi; kata-kata tersebut merupa-kan jenis ilokusi langsung dan tak langsung, dan memiliki fungsi asertif.
Harus diakui bahwa perhatian calon pembeli adalah faktor yang sangat penting dalam iklan. Oleh karena itu, pemanfaatan gaya bahasa hiperbola dipakai untuk meyakinkan masyarakat akan janji-janji yang diberikan sebuah produk. Dalam hal inilah ungkapan hiperbolis dalam iklan merupakan faktor penting.
Dalam setiap iklan harus dimunculkan unsur pengingat baik yang berupa suara, gambar, atau bahasa verbal menjadi amat penting sehingga suatu saat hanya dengan mendengar, melihat, atau membaca pengingat itu, konsumen langsung terhubung dengan produk yang diiklankan. Kata yang dipilih harus dapat memberi ketepatan makna karena pada masyarakat tertentu sebuah kata sering mempunyai makna yang baik, dan pada masyarakat lain memberikan makna yang kurang baik. Penggunaan kata harus disesuaikan dengan norma kebahasaan suatu kalangan.
*++++==========================================++++*
Source:






